Senin, 13 Agustus 2018

Daya Beli Turun ???

By. Rhenald Kasali.

Saya kok ragu, daya beli turun. Kajian yg kami lakukan pada dataran mikro, menunjukkan uang sedang berpindah (Shifting), dari kalangan menengah ke atas, ke ekonomi rakyat. Dan para elit sekarang sedang sulit, karena peran mereka sebagai "Middleman" pudar akibat Disrutive Innovation, lalu mereka teriakkan "daya beli turun".

Saya cek di tiga titik :

1. JNE.
Ini adalah jaringan logistik, yg market share-nya sudah di atas PT Pos, dan nama perusahaannya disebut oleh semua bisnis online. Di JNE saya dapat data, bahwa pegawainya ditambah terus utk melayani pengambilan dan pengiriman logistik. Penambahan SDM dalam bbrp bulan terakhir mencapai 500 orang.

Tak banyak orang yg tahu, bahwa konsumen dan pedagang beras di Kalimantan, kini lebih banyak membeli beras dan minyak goreng via tokopedia, dari Surabaya, Lombok, Makasar dll. Juga tak banyak yang tahu, bahwa angkutan kargo udara dari Solo, naik pesat utk pengiriman garmen dan barang2 kerajinan. Juga dari kota2 lainnya. Artinya, usaha2 kecil dan kerakyatan mulai diuntungkan.

2. Retailer.
Aprindo melaporkan, penjualan yg dicapai anggotanya semester 1 sales drop 20%. Ini mulai mengikuti pola angkutan Taksi, yg sudah turun sekitar 30-40% tahun lalu. Apakah karena daya beli..?? Bukan..!! Penyebabnya adalah Shifting ke Taxi Online..!! Sama halnya retail dan hotel, yg beralih dari konvensional ke online.

Artinya, bukan daya beli yang drop, bukan juga karena keinginan membeli yang turun, melainkan terjadi Shifting.

3. Produsen besar FMCG.
Hampir semua yg kami temui mengakui, omset mereka naik 30-40%. Mulai dari tepung terigu kami cek ke Bogasari, hingga obat2an (Consumer Health) kaki cek ke Kalbe. Demandnya masih naik pesat. Tetapi produsen seperti Gulaku, mengaku drop karena kebijakan HET yg dikontrol pemerintah.

Lalu, siapa yg pendapatannya turun, dan mengapa turun..??

Jawabnya, yg turun adalah grosir2 besar yg biasa membayar kepada produsen mundur 45 hari-3 bulan. Diantaranya adalah supermarket2 besar, yg biasa "ngerjain" UMKM dengan menunda pembayaran. Kini dengan munculnya dunia online, maka supermarket besar kekurangan pasokan. Produsen besar juga menahan stoknya, lebih mengutamakan membuka jalur distribusi baru.

Berkat Tol laut, kini para agen-agen penyalur FMCG yg berada di Lombok, NTT, Maluku, Sulawesi dll, bisa mendapat barang langsung dari produsen tanpa melalui Middleman di JKT, Bandung, Surabaya dll.

Kini penerimaan para Middleman besar di P. Jawa itu kehilangan pasar. Demikian juga supermarket2 besar, yg terbiasa menjual kepada para agen di masa lalu. Kini mereka juga dibatasi, karena para produsen mulai menata jaringan distribusinya, berkat infrastruktur yg bagus, dan kedatangan kapal yg lebih rutin (kebijakan tol laut). 

Itulah yg mereka keluhkan dengan "Daya Beli Turun". In fact, pasar bergeser dan pemerataan tengah terjadi, walaupun belum sampai ke bawah sekali (kelompok prasejahtera). Namun "kekayaan" kelompok mapan di P. Jawa (khususnya para Middleman) tengah tergerus.

Semoga kita bisa sedikit lebih jernih melihat, bahwa pembangunan infrastruktur dan tol laut ini, menimbulkan dampak shifting yg besar, dan dlm jangka panjang, mudah2an baik bagi pemerataan. Tinggal "Tax Policy" utk menangani "The Plutocrats" (kalangan superkaya) yg jumlahnya sedikit, tapi menguasai banyak.

Salam.

Sumber : Sate Jawa

Kamis, 09 Agustus 2018

Kuliner Mustika Jaya

Rumah makan Bpk. Abir/Jenong, yang tak jauh dari dari Tugu Bambu Mustika Jaya ini, sangatlah mudah untuk ditemukan .
Tepatnya Jalan Raya Mustika Jaya, Rt 02/Rw 07, kurang lebih 100 meter dari Kantor Kecamatan Mustika Jaya.

Dengan tampilan sederhana, Rumah Makan yang sudah berdiri sejak 1978, tudak seperti Rumah Makan pada umumnya, yang banyak kita lihat di Kota Bekasi. Dari tampilan hingga susunan bangku & meja makan, begitu sederhana sekali, yang justru membuat bisa bertahan sampai saat ini.

Rumah makan ini merupakan rumah makan yang menyediakan berbagai makanan khas Bekasi seperti gabus pucung, sop sapi, sayur asem, teri apa ge ada, ayam kampung, pecak bandeng, pecak lele, pecak mujair.

“Rumah makan yang sudah dikelola oleh generasi keempat ini, Awalnya bapak saya yang buka tahun 1978, saya mulai tahun 1988,” kata Pemilik RM Bpk. Abir/Jenong, Fatimah (43).

Yang uniknya semua penyajian menu makanan, di olah dengan cara yang juga terbilang sederhana, seperti Lalapan Sambal Terasi dengan cara di ulek.

Selain sambalnya yang tidak diolah dengan blender, berbagai menu yang dimasak masih menggunakan kayu bakar. Alasannya untuk menjaga kualitas rasa agar tetap sedap.

Jika ingin santai menikmati hidangan di rumah makan ini, diusahakan datang sebelum jam makan siang, karena sudah umum sekali, jam tersebut ramai dikunjungi warga sampai pejabat pemerintahan.

“Banyak dari yang makan di sini dari orang biasa sampai pejabat pemerintahan seperti Lurah, Camat, Dinas, Walikota, Bupati, Gubernur, Kapolres, dan Artis seperti Rita Sugiarto,” tutur Mpok Jenong.

Dijelaskan Mpok Jenong, kalau para pejabat itu khususnya Walikota dan Bupati sering makan di tempatnya. Bahkan, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi kalau menerima tamu dari luar kota sering mengajak makan di tempat ini.

Oiya, untuk harga anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena sudah dipastikan sangat ideal untuk jaman kekinian.
(Firmansyah Mawero)

Sabtu, 28 Juli 2018

Bekasi Punya Bahasa

Bekasi salah satu kota yang terdapat di Jawa Barat, yang belom tau sejarahnya Bekasi, nama Bekasi berasal dari kata Bagasasi yang artinya sama dengan Candrabhaga yang tertulis dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini bagian dari megapolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bukan cuman di Jakarta loh guys yang penduduknya Banyak, karna Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.  kota bekasi juga dijuluki sebagai Kota Patriot dan Kota Pejuang. Udah tau kan serah singkatnya? Tapi kalian udah tau belum, sebenernya bahasa khas Bekasi itu seperti apa sii? Nah, mimin jelasin lagi yaa. Seorang bijak pernah bilang bahwa “bahasa adalah cerminan sebuah bangsa”.

Makanya, enggak heran kalo melalui bahasa kita bisa menebak karakteristik sebuah bangsa. Ragam kosakata yang tergelincir dari mulut-mulut orang Bekasi ini tergolong unik. Banyak di antaranya enggak ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Soalnya, bahasa yang sering dituturkan oleh orang-orang Bekasi terpengaruh oleh bahasa Sunda, tuturan Jawa Tengah, dan sedikit logat Betawi. Yuk kita sedikit belajar tentang kosakata di Bekasi.

Ribedh Bangedh
Pasti suka denger kan kata-kata “Et dah udah ribet…. jadi RIBEDH BANGEDH” hahaa, pasti kalian suka denger kalo orang bekasi mengucap kata yang berakhiran “t” diganti dengan gugus konsonan “dh”. misalnya sakidh lebih parah dibanding sakit. Contoh lainnya “orang yang pelidh pasti kuburannya sempidh”. Kalimat tersebut artinya, “orang yang pelit berlebihan, liang kuburnya pasti sangat kecil”. Haha lucu ya guys

Bae
Kalo kata yang ini pasti sering banget kalian ucap ya kan, mau orang sunda, jawa, pasti suka ngomong bae, asal kalian tau aja ya, kata bae itu kalo di Di Amerika, khususnya di pesisir West Coast, kata “bae” digunakan sebagai kata ganti “orang yang terkasih”. Ya, anak gaul di West Coast tuh nyebut bebeb-nya dengan sebutan “ma bae”. Sedangkan kalo di Bekasi, kata “bae” biasanya digunakan untuk mengganti kata “saja” atau “doang”. Contoh penggunaannya, “udah jangan ribedh, pilih gue bae!” gimana ada niatan buat manggil sang kekasih dengan sebutan bae?

Diantepin
Pernah gak ngerasa diacuhkan sama seseorang? Keberadaan lo enggak dianggap sama orang lain? Kalo di Bekasi, hal tersebut dikenal dengan istilah “diantepin”. Kata tersebut enggak cuma berlaku buat orang atau makhluk hidup, benda mati pun bisa “diantepin”. Misalnya dalam kalimat, “Udah gue sajiin kue kok diantepin bae.”

Awang
Pernah denger orang bekasi ngomong awang disaat sedang malas? Awang ah. Kata-kata ini mungkin suka bikin kita yang gak ngerti apa siii dengan muka yang serius.. karna memang benar kata orang Bekasi itu Planet yang kosakatana unik-unik, awang kata penggantinya males, kalo di kota males, dibekasi awang punya!!

Gak Danta
“lu gambar apa siii gak danta banget dah” percakapan singkat tadi biasanya orang bekasi ngomong sama yang sejenis. Kalo yang gak sejenis paling bengong doang dengernya, kaga danta itu diarti kan sebagai kata enggak jelas. Ati ati nih, yang udah tau artinya kalo orang betawi bilang gak danta tandanya kalian lagi gak jelas tuh…

Keduman
Yang anak bekasi mana ini?? Biasanya mimin kalo abis pulang dari pengajian mimin selalu ditanya gini sama emak “kedumen kaga neng beseknya?” gak ngerti kan?? Hehe,, mimin jelasin, kedumen itu artinya kebagiaan guys, udah tau kan sekarang

Goroh
Nih yan suka boong jangan sampe disindir sama orang Bekasi goroh trus kalian ngeiyain haha. goroh kalo di Bekasi itu artinya boong guys! “goroh mulu lu orangnya” hayu luh kalian mau jawab apa? bisanya kata-kata ini keluar ke orang yang gak bisa di percaya.. jadi kalo ada yang bilang goroh tandana kalian suka boong tuuh guys

Purik
sering banget kata-kata ini keluar dari sepasang kekasih.. orang bekasi kalo pacarnya lagi marah pasti dia bilang gini “purik mulu kamu mah” hayoo ngaku siang yang pacarnya purikan.. hehe wajar lah yaa, namanya juga pacaran! Purik artinya ngambek guys, jangan sampe kekasihnya ngelirik yang lain ya guys, gara-gara purika. hehehe

Ilok Ah
Biasanya anak bekasi kalo gak percaya suka ngomong “ilok ah neng?” bukan berarti kalian suka boong ya guys, kalau kalian cerita heboh pasti ada salah satu temen dari kalian bilang “ilok ah… trus trus bagimana lagi dah itu kok bisa begitu? ”. ilok ah sendiri memiliki makna yang artinya masa siih? Jadi kata ilok itu titik puncak kesirusan saat sedang cerita guys.. coba dengerin orang bekasi kalo lagi cerita heboh

Jember
Kata ini biasanya buat orang yang suka main jorok guys.. “jember gua mah kesono belok bangedh dah jalannya” hahaa.. lucu ya orang Bekasi kalo ngomong.. jember artinya jorok/jelek/jiji  guys, jadi kalo orang bekasi kalo udah ngomong jember pasti bibirnya dimainin deh..

Bader
Buat anak yang nakal, biasanya orang yang lebih dewasa akan ngomong seperti ii ke orang yang dibawah kita “et dahhh… bader bangedh dah tuh bocah” biasanya yang suka ngomong begitu kalangan emak-emak ya guys haha.. bader artinya itu bandel guys. Jadi siapa yang bader hayoo? hehe

Ini salah satu bahasa khasnya Bekasi guys, kalo daerah kamu, kaya gimana bahasanya??
(Firmansyah Mawero)

Jumat, 20 Juli 2018

Veteran Di Asingkan 15 Tahun Di Nusa Kambangan

SOLO, Indonesia – Hadi Pranoto (87 tahun) adalah salah satu saksi hidup peristiwa perang kemerdekaan di Kota Solo dan sekitarnya. Meski usianya sudah renta, tetapi ingatannya masih melekat kuat di kepalanya.

Ia lahir dan besar di Banaran, sebuah kampung kecil di Kota Solo, Jawa Tengah. Hadi adalah bekas anggota Tentara Pelajar, sebuah korps pejuang yang dibentuk oleh Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) pada saat perang kemerdekaan.

Hadi bergabung dengan Tentara Pelajar sejak 1946, ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meskipun statusnya pelajar, ia lebih sering menghabiskan waktu untuk angkat bedil dan bergabung dengan sejumlah front di daerah Surakarta, Boyolali, dan Karanganyar, ketimbang belajar di sekolah.

“Kalau mau pergi sekolah, saya pamitan mau perang, bukan menuntut ilmu. Ibu sudah tahu dan selalu berdoa memohon keselamatan,” kata Hadi kepada Rappler, seraya mengenang masa lalu.

Ia berperang dengan senjata seadanya karena keterbatasan peralatan dan amunisi. Satu regu terdiri dari 10-20 orang dan hanya dijatah 7 pucuk senapan laras panjang,revolver, dan granat. Ia dan kawan-kawannya harus memakai senjata bergantian.

Sejak angkat senjata, Hadi terlibat dalam banyak pertempuran di perkotaan maupun wilayah perbatasan, dari mulai Agresi Militer Belanda I dan II, sampai peristiwa paling bersejarah bagi Tentara Pelajar, yaitu Serangan Umum Surakarta atau dikenal dengan SKisah veteran perang yang menghabiskan 15 tahun di Nusakambangan

SOLO, Indonesia – Hadi Pranoto (87 tahun) adalah salah satu saksi hidup peristiwa perang kemerdekaan di Kota Solo dan sekitarnya. Meski usianya sudah renta, tetapi ingatannya masih melekat kuat di kepalanya.

Ia lahir dan besar di Banaran, sebuah kampung kecil di Kota Solo, Jawa Tengah. Hadi adalah bekas anggota Tentara Pelajar, sebuah korps pejuang yang dibentuk oleh Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) pada saat perang kemerdekaan.

Hadi bergabung dengan Tentara Pelajar sejak 1946, ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meskipun statusnya pelajar, ia lebih sering menghabiskan waktu untuk angkat bedil dan bergabung dengan sejumlah front di daerah Surakarta, Boyolali, dan Karanganyar, ketimbang belajar di sekolah.

“Kalau mau pergi sekolah, saya pamitan mau perang, bukan menuntut ilmu. Ibu sudah tahu dan selalu berdoa memohon keselamatan,” kata Hadi kepada Rappler, seraya mengenang masa lalu.

Ia berperang dengan senjata seadanya karena keterbatasan peralatan dan amunisi. Satu regu terdiri dari 10-20 orang dan hanya dijatah 7 pucuk senapan laras panjang,revolver, dan granat. Ia dan kawan-kawannya harus memakai senjata bergantian.

Sejak angkat senjata, Hadi terlibat dalam banyak pertempuran di perkotaan maupun wilayah perbatasan, dari mulai Agresi Militer Belanda I dan II, sampai peristiwa paling bersejarah bagi Tentara Pelajar, yaitu Serangan Umum Surakarta atau dikenal dengan Serangan 4 Hari, pada 7-10 Agustus 1949.

Serangan ini menjadi penentu kemenangan Tentara Pelajar atas pasukan Belanda yang kemudian diabadikan di Monumen Juang ’45 di Banjarsari, Solo.

Hadi tergabung dalam Detasemen II Brigade 17 Tentara Pelajar yang bermarkas di Sragen pimpinan Mayor Achmadi, seorang pejuang muda berusia 21 tahun yang merencanakan penyerangan Kota Solo dari empat penjuru. Pengepungan dan kontak senjata selama 4 hari 4 malam itu berhasil merebut Kota Solo yang diduduki Belanda.

Saat berjuang di front Karanganyar, Hadi mengenal dan berteman dengan Letkol Soeharto – kelak menjadi Panglima Komando Strategi Angkatan Darat dan memimpin operasi pembersihan Partai Komunis Indonesia (PKI) periode 1965-1966.

Saat itu Soeharto juga menjadi pelatih Laskar Putri Indonesia (LPI) di mana Siti Hartinah – yang kemudian dipersuntingnya – ikut bergabung menjadi pejuang perempuan di dalamnya.

Difitnah, dituduh Komunis

Setelah pengakuan Belanda atas kedaulatan RI melalui Konferensi Meja Bundar di Den Haag empat bulan sejak Serangan Umum 4 hari, Hadi ditawari untuk memilih melanjutkan sekolah atau bergabung menjadi tentara. Sejak 1950, dengan bekal lulusan SMP, ia memilih menjadi anggota Batalyon 609 Angkatan Darat dan ditugaskan di Banjarmasin hingga berpangkat Letnan Dua.

Empat tahun kemudian, Hadi keluar dari satuan karena ia memilih tugas sipil sebagai kepala penilik di Lapas Banjarmasin. Pada 1960, ia kemudian dipindahtugaskan ke Lapas Surakarta sebagai Kepala Bagian Reclasseering. 

Namun, karirnya hanya bertahan lima tahun. Di Lapas itu ternyata ada pegawai lain yang tak menyukainya dan sudah lama mengincar jabatan yang mengurusi pemulihan napi sebelum dibebaskan ke masyarakat itu.

“Saya difitnah, dilaporkan, dan dituduh komunis pada saat pecah Gestok,” kata Hadi.

Hadi ditangkap tentara saat tugas piket di kantor, kemudian dibawa ke kamp tahanan. Ia kaget saat diinterogasi karena namanya masuk dalam daftar B.

Sebagai pegawai negeri, Hadi tidak tahu menahu soal PKI dan kudeta. Ia pun tak terlibat dalam organisasi underbow partai berlambang palu arit itu – seperti Lembaga Kebudayaan Rakyat, Persatuan Guru Republik Indonesia Non Vaksentral, Pemuda Rakyat, dan Barisan Tani Indonesia.  

Istrinya menjenguknya dan mengatakan bahwa suaminya bukan anggota atau simpatisan PKI. Ia juga membawa lencana bintang sebagai bukti bahwa Hadi adalah veteran pejuang dan juga pernah berdinas di AD.

“Seorang tentara malah menginjak-injak bintang saya dengan kakinya sambil berujar bahwa tidak mungkin komunis ikut berjuang,” kata Hadi.

Tak lama di kamp, Hadi dipindahkan ke Nusakambangan pada akhir 1965, menjadi tahanan politik (tapol) meninggalkan istri dan anak-anaknya. Di pulau itu, ia banyak bertemu dengan orang-orang yang senasib dengannya, orang-orang yang di-PKI-kan, yang ditahan tanpa tahu kesalahan mereka – korban fitnah. Mereka memiliki beragam profesi, mulai dari guru, tentara, pegawai, mahasiswa, petani, pedagang, hingga seniman.

Hadi juga baru tahu dan mengenal komunisme sejak dirinya bertemu dengan orang-orang penganut paham itu di Nusakambangan. Teman-temannya di Nusakambangan menyebutnya sebagai ideologi perjuangan kelas tertindas melawan imperialisme dan kapitalisme.

Pada tahun-tahun pertama, Hadi menyaksikan kehidupan yang sulit bagi para napi. Banyak tahanan yang meninggal akibat kelaparan. Jatah makan mereka hanya 6 gram beras setiap hari dan terkadang dengan ikan laut yang sudah busuk. Namun keadaan berangsur membaik setelah sebagian tahanan dipekerjakan untuk bercocok tanam dan membudidayakan ternak sebagai sumber pangan.

“Mereka yang petani dibebaskan, tetapi disuruh mengelola ladang dan ternak untuk memenuhi kebutuhan pangan petugas penjara dan tahanan,” kata Hadi.

Pertemanan dengan Soeharto tak abadi

Hadi lolos dari pengasingan massal dari Nusakambangan ke Pulau Buru. Karena memiliki latar belakang karir sebagai administrator di lapas, ia kemudian  dipekerjakan sebagai pembantu pegawai yang mengurusi delapan unit penjara. Pekerjaannya serabutan, mulai dari tukang ketik hingga mendistribusikan makanan untuk napi. 

Meskipun tidak tinggal di sel atau dibebani kerja paksa, Hadi tetap menganggap penahanannya sebagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Ia ditangkap dan dipenjara tanpa pengadilan. Masa depan dan kehidupannya direnggut, terpaksa menyandang stigma negatif eks-tahanan politik seumur hidup, dan menyandang dosa yang tak pernah ia lakukan.

“Kalau tidak berkali-kali dikunjungi dan didesak oleh aktivis HAM dunia, mungkin kami menjadi tahanan seumur hidup di Nusakambangan,” ujarnya.

Hadi keluar dari penjara pada 1980, pada saat pembebasan massal, setelah menghabiskan 15 tahun di penjara Nusakambangan. Ia kembali ke keluarganya di Solo, namun tidak bisa memperoleh pekerjaan yang layak karena statusnya sebagai eks-tapol.

Seperti yang lainnya, Kartu Tanda Penduduk (KTP) Hadi dibubuhi keterangan ET singkatan dari dari eks-tapol, sebelum akhirnya dihapus pada 2000-an. Selama Orde Baru berkuasa, Hadi selalu dimobilisasi pada saat pemilu.

“Eks-tapol digiring tentara, dikumpulkan, dan diwajibkan mencoblos Golkar,” katanya.

Hadi baru menyadari di kemudian hari bahwa ternyata persahabatan dengan Soeharto di medan perang kemerdekaan tidak abadi. Ketika sahabatnya berkuasa, Hadi malah menjadi pesakitan di Nusakambangan. Setelah bebas, ia masih dipaksa untuk melanggengkan penguasa.

Namun, Hadi sudah mengikhlaskan semuanya. Pada awal-awal Reformasi, ia pernah menuntut rehabilitasi dan kompensasi haknya yang terampas, tetapi tidak membuahkan hasil. Ia pasrah meskipun hidupnya susah.

Istrinya sudah meninggal, dan kini Hadi tinggal ditemani anak sulungnya di sebuah rumah berukuran 30 meter persegi. Jaminan kesehatan dari pemerintah untuk keluarga miskin pun ia tak punya. 

Beberapa waktu lalu Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memperjuangkan hak para korban ’65 agar didaftarkan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS. Namun, hingga sekarang Hadi belum terdaftar sebagai pemegang kartu layanan kesehatan yang ditanggung negara itu. 

“Tetapi saya sudah tak mau menuntut lagi. Saya bersyukur masih diberi umur panjang dan masih sehat, karena teman-teman seusia saya sudah banyak yang meninggal,” kata Hadi.

Sejak 1986, aktivitasnya hanya mengelola Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Banaran. Ia memperoleh penghasilan dari memulung sampah daur ulang, selain menjadi penjaga dan tukang bersih-bersih di toilet umum pemakaman di dekat rumahnya. 

Sumber:

https://www.rappler.com/indonesia/143656-veteran-perang-15-tahun-penjara-nusakambangan

Senin, 16 Juli 2018

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Jasanya turut dirasakan semua orang Indonesia, tapi tak satu pun dari kita tahu namanya.

Sosok yang satu ini memang tidak banyak diketahui masyarakat luas. Namun jika melihat jasanya, tokoh bernama Winoto Danoeasmoro ini adalah termasuk orang kepercayaan dari Presiden Soekarno. Jasa lelaki kelahiran Purworejo saat menjadi sekretaris pribadi Ir. Soekarno tentu amatlah mendukung pencapaian berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tidak hanya sebagai sebagai sekertaris Ir. Soekarno, Winoto pun termasuk dalam pemuda yang terlibat membawa dua tokoh penting ke Rengasdengklok. Meski banyak perannya, nama Winoto tak banyak disorot sebab semasa hidup lelaki ini cukup jarang tampil di depan media dan jauh dari publikasi.

Peran Penting Winoto Di Masa Sebelum Kemerdekaan
Di antara peran penting Winoto adalah menjadi sekretaris pribadi Presiden Soekarno. Pria kelahiran 19 Oktober 1908 ini juga merupakan bagian dari tokoh pemuda yang turut serta dalam peristiwa Rengasdengklok. Perlu diketahui bahwa peristiwa penculikan yang dilakukan kaum muda terhadap Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok untuk kemudian meminta percepatan proklamasi kemerdekaan tanah air. Karena peristiwa Rengasdengklok, pelaksanaan proklamasi dilakukan tanpa campur tangan organisasi buatan Jepang.

Dari Mulai Kepala Rumah Tangga Istana Negara Hingga DPR
Menurut salah seorang kerabat yang diketahui bernama Muhadi, Winoto sempat menjabat beberapa posisi penting. Di antaranya asisten pribadi Presiden Soekarno, kepala rumah tangga istana negara, hingga menjadi anggota DPR. Namun dari semua jabatan itu, yang paling membuat Winoto bangga adalah menjadi asisten sekaligus sekertaris pribadi Presiden Soekarno. Diceritakan saat menjadi asisten sang presiden, Winoto selalu diajak ke banyak tempat baik untuk tugas negara maupun di luar itu. Saat ke luar negeri pun, Winoto tak ketinggalan di bawa sang proklamator. Dan Presiden Soekarno yang gemar melakukan meditasi kerap mengajak Winoto bersamanya. Winoto pun dipercaya untuk mengasuh putra dan putri Bung Karno kala dirinya dan sang istri harus bertugas di luar rumah.

Pasca Pensiun Membangun Jalan Hingga Masjid
Setelah pensiun, laki-laki yang akrab disapa Mbah Winoto itu kembali ke kampung halamannya. Namun jangan dikira dirinya akan leha-leha menikmati masa tua, sebaliknya Winoto seakan menebus apa yang tak bisa dilakukannya semasa muda karena dirinya merantau di luar daerah. Di kampung halamannya, Mbah Winoto mulai membantu pembuatan jalan desa. Tak hanya itu, ia pun membangun masjid dengan dana dari kantong pribadinya sendiri.

Menolak Di Makamkan Di Taman Makam Pahlawan
Sejak di usia muda, Winoto memang dikenal sebagai pribadi yang amat sederhana. Dirinya tidak suka terhadap publikasi, dan yang lebih unik lelaki yang wafat pada 11 Juni 1985 ini berpesan bahwa tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Alasannya terbilang nyeleneh yaitu tidak ingin dimakamkan bersama-sama bintang film. Memang tahun-tahun itu, banyak bintang film yang dimakamkan di taman makam pahlawan. Maka asisten pribadi Bung Karno tersebut ketika meninggal dunia dimakamkan di pemakaman Desa Banyuurip.

Dan makam Mbah Winoto bergabung dengan banyak nisan lainnya, cukup sulit ditemukan. Makam sederhana Mbah Winoto dengan nisan berwarna putih dengan lumut di beberapa bagian, nampak amat sederhana. Tulisan penanda makam yang bertuliskan “H Winoto Danu Asmoro” pun terlihat hanya samar-samar sebab mulai pudar.

Begitulah kisah perjalanan hidup dan jasa-jasa yang telah dilakukan Winoto. Cukup luar biasa bahkan sedikit banyak berpengaruh bagi bangsa lantaran beliau adalah sang asisten pribadi Putra Sang Fajar. Sayangnya, nama sosok sederhana itu kini seakan hilang ditelan jaman. Sepudar tulisan namanya di papan nisan yang mulai tak diperhatikan lagi.(Firmansyah Mawero)

Minggu, 08 Juli 2018

RAWA LUMBU : Pemilih Tertinggi Di Pilkada Kota Bekasi

Pilkada serempak 27 Juni sudah usai pada Pilwalkot Bekasi dan Pilgub Jabar, mulai dari pleno terbuka tingkat Kelurahan maupun Kecamatan telah dilaksanakan, dan kini pada hari Kamis (5/7/2018) malam akan dilaksanakan pleno terbuka KPUD Kota Bekasi.

Pada pilkada serempak tahun 2018 ini tingkat partisipasi dalam Pilkada Pilwalkot dan Pilgub Jawa Barat, di Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, meningkat cukup signifikan dalam tingkat partisipasi pemilihnya. Sehingga dalam pleno PPK Kecamatan Rawalumbu dengan estimasi awal mencapai 72, 79 persen dan setelah pleno PPK mencapai 72, 22 persen.

Kecamatan Rawalumbu memiliki total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 123.269 jiwa dengan suara Sah warga yang mencoblos sebanyak 90.285 jiwa.

Sekretaris Camat (Sekcam) Rawalumbu, Dra. Sulastri, M.Si, mengatakan, dalam Pilkada yang sebelumnya tingkat partisipasi pemilih hanya 49,6 persen. “Alhamdulillah, pilkada 2018 ini Kecamatan Rawalumbu telah melebihi target dengan tingkat partisipasi pemilih hingga 72 persen lebih,” ungkapnya.

Sulastri, mengungkapkan keberhasilan dalam partisipasi masyarakat di Kecamatan Rawalumbu dalam memilih di pilkada tahun ini tak lepas dari sosialisasi pilkada mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan maupun Kecamatan itu sendiri.

“Sosialisasi pilkada ini juga dilakukan berbagai elemen masyarakat, baik itu Kader partai pendukung dan relawan kedua paslon. Pada intinya, jauh waktu kita selaku pihak pemerintahan tingkat kecamatan bersinegritas dengan KPUD secara masif melakukan sosialisasi,” terang Sulastri.

Selain itu, kecamatan rawalumbu bersama kelurahan juga melakukan pembinaan terhadap pegawainya untuk menyampaikan sosialisasi kepada warga, khusus warga yang sebelum hendak pulang kampung halaman di waktu Hari Raya Idul Fitri, yang masih di luar daerah Kota Bekasi atau di kampung halamannya. “Kita sampaikan ke warga agar nantinya segera lekas pulang karena nanti pilkada serempak pada 27 Juni untuk pelaksanaan Pilwalkot Bekasi dan Pilgub Jawa Barat, khususnya di Kecamatan Rawalumbu,” paparnya.

Lanjut, Sulastri menambahkan, menyikapi partisipasi masyarakat khususnya yang berada dilingkungan Perumahan Kemang Pratama Rawalumbu partisipasi masyarakatnya pada pilkada ini cukup meningkatkan. “Partisipasi pemilihnya mencapai 70 persen lebih,” ujarnya.

Melalui dirinya, Sulastri menghimbau, sedangkan untuk menghadapi pemilu legislatif dan Pilpres pada tahun 2019, masyarakat di ingatkan agar jangan golput dan gunakan hak pilihnya sesuai hati pilihannya untuk 5 tahun ke depan. “Pileg dan pilpres 2019 ada kemungkinan penambahan DPT, selain untuk pilpres pemilih dari domisili luar daerah dapat ikut menggunakan hak pilihnya di kota bekasi, juga diprediksi meningkatnya pemilih pemula,”.
(Firmansyah Mawero)

Jumat, 06 Juli 2018

Gunung Sampah Di Indonesia

Kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim ke Bali pada 5-6 Juli 2018 diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah dengan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia dalam memerangi sampah plastik.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (4/7/2018), mengatakan dirinya akan mendampingi Jim Yong Kim yang melakukan kunjungan ke Bali yang fokusnya akan diarahkan untuk membahas penanggulangan sampah plastik.

"Khusus untuk kunjungan Presiden Kim ke Bali pada hari Kamis dan Jumat, kami akan membahas apa saja, dan rencana kami untuk bisa mengurangi 70% sampah plastik pada tahun 2025 nanti," katanya.

Luhut mengaku Kim akan turut diundang untuk mengunjungi Balai Pengelolaan Hutan Mangrove dan melakukan diskusi "meja bundar" tentang sampah dan penanganannya dengan beberapa menteri, seperti Menteri Keuangan, Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum, serta Menteri Desa.

"Sampah ini masalah serius, untuk menanganinya membutuhkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penanganan sampah nasional. Jika sudah ada Perpres, kita akan ajukan anggaran untuk program ini dalam rancangan perubahan APBN 2018," jelasnya.

Bank Dunia sendiri saat ini akan menjalankan proyek Dana Perwalian Kemaritiman Indonesia (IndonesiaOceans Multi Donor Trust Fund) yang memberikan dukungan strategis terhadap seluruh agenda kelautan Indonesia.

Dukungan yang diberikan antara lain mendukung perbaikan terhadap perencanaan, koordinasi, kebijakan dan pendanaan strategi kelautan Indonesia.

Kedua, mendukung upaya pengurangan limbah plastik yang diwujudkan dalam Rencana Aksi Nasional Pengurangan Sampah Plastik. Kemudian ketiga, mendukung ketahanan daerah pesisir dan sumber daya laut.

Dana Perwalian ini dikelola oleh Bank Dunia, yang merupakan dana hibah dari Norwegia dan Denmark, masing-masing berjumlah US$1,4 juta dan US$875 ribu.

Dana ini bertujuan menciptakn sinergi dengan program sejenis lainnya di bawah Bank Dunia dan mitra pembangunan lainnya, termasuk dalam meningkatkan pengelolaan sampah di berbagai kota di Indonesia.

Selain itu badan ini juga menjalankan Proyek Pengelolaan Sampah Padat Bank Dunia (National Municipal Solid Waste Management Project) yaitu memberikan dukungan kepada Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam melaksanakan program pengelolaan sampah senilai US$1,2 miliar yang sebagian besar akan didanai oleh pemerintah pusat dan daerah.

Program itu diharapkan dapat menarik investasi pihak swasta senilai US$1,5 miliar. Selama program berlangsung selama enam tahun, diharapkan sekitar 30 kota di Indonesia dapat mencapai sistem pemungutan, pengelolaan dan pembuangan sampah yang lebih baik, dan secara keseluruhan dapat mengurangi jumlah sampah yang mengalir ke laut, khususnya sampah plastik.

Sebagai pucuk pimpinan Bank Dunia, Kim juga dijadwalkan untuk berkunjung ke Kompleks Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran, sebagai bagian dari persiapan perhelatan akbar Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang akan digelar di Bali, Oktober mendatang.
(Firmansyah Mawero)

Minggu, 01 Juli 2018

Milenial Era Kekinian

Di era milenial seperti saat ini dimana perkembangan jaman makin pesat berkata adanya jaringan internet yang membuat beragam informasi sangat mudah di dapatkan di internet ataupun media sosial. Bahkan kini bermunculan kata-kata gaul yang sering diucapkan oleh netizen di media sosial. Biar kamu gak dibilang kudet, berikut ini arti dari 5 kata gaul yang sering diucapkan oleh netizen.

1. Sultan
Kata Sultan sering diucapkan oleh para netizen saat mengomentari atau menanggapi seseorang yang memiliki kehidupan mewah ataupun sok mewah. Biasanya para netizen menjuluki mereka sbagai sultan karena memiliki barang-barang branded seperti smartphone, mobil, motor maupun barang-barang mewah lainnya.

2. Faedah
Kata faedah sebenarnya meruapakan kata yang biasa diucapkan dalam ceramah agama Islam. Namun berkat kreativitas 'kids jaman now' kata faedah malah kerap digunakan dakam kehidupan sehari-hari. Kata 'faedah' sendiri bisa diartikan sebagai manfaat, bahkan kini muncul juga kata 'unfaedah' yang bisa diartikan sebagai tidak bermanfaat.

3. Mantab Soul
Mantap soul atau mantap jiwa biasanya digunakan oleh para netizen untuk menggambarkan sesuatu atau kejadian yang luar biasa. Sebenarnya kata mantap soul atau mantap jiwa tidak memiliki arti khusus hanya saja penambahan kata soul atau jiwa dibelakang kata mantap semakin mempertegas kehebatan sesuatu/orang/kejadian.

4. HQQ
Kata 'hakiki' memiliki arti benar atau sesungguhnya. Kalimat hakiki biasanya diucapakan oleh para netizen untuk mengungkapkan kenikmatan atau kepuasan dalam konteks yang beragam. Contohnya adalah penggunakan dalam kalimat 'kebahagiaan hakiki' yang menggambarkan tentang kebahagian yang luar biasa.

5. Terciduk
Para netizen Indonesia memang sangat kreatif, terbukti mereka berhasil meyerap kata yang biasa digunakan dalam berita penangkapan seseorang oleh pihak kepolisian. Terciduk sendiri berarti tertangkap sehingga para netizen kerap mengganti kata tertangkap menjadi terciduk. Contohnya saja pada kalimat pencuri ditangkap oleh polisi yang diplesetkan menjadi pencuri terciduk oleh polisi.
(FM)

Sabtu, 30 Juni 2018

Atlantis Di Indonesia

Isu kejatidirian bangsa Indonesia, bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia, semacam Atlantis, dalam pengamatan saya mengemuka dalam tiga tahun terakhir ini. Ini seiring dengan terbitnya terjemahan dua buku kontroversial, "Atlantis itu Indonesia" (Arysio Santos, 2009) dan "Eden in the East" (Stephen Oppenheimer, 2010). Saya berandai-berandai, bila kedua buku itu tidak diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia, mungkin isu kejatidirian bangsa tak mengemuka serius sekarang, meskipun Soekarno sudah meneriakkan soal jati diri bangsa lebih dari 50 tahun yang lalu.

Buku Atlantis itu kemudian melahirkan banyak buku lain tulisan orang-orang Indonesia yang umumnya mendukung bahwa Atlantis itu Indonesia. Beberapa kalangan pejabat atau tokoh masyarakat pun ramai-ramai mendukung tesis yang digulirkan Santos ini entah apa tujuannya, mungkin berusaha mengangkat jatidiri bangsa yang mungkin dalam pandangan mereka tengah merosot. Saya dengar sendiri itu diucapkan dari seorang tokoh politik terkenal ketika saya diundang membedah buku Atlantis oleh penerbitnya. Sayangnya, hampir tak ada buku-buku ikutan itu ditulis dengan riset mendalam, hanyalah memanfaatkan isu.

Lalu tesis bahwa Indonesia pusat peradaban dunia ini kemudian bergulir terus dan menjadi seperti bola salju, semakin bergulir menjadi besar. Dibentuklah lembaga-lembaga masyarakat atau komunitas-komunitas penghayat bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia atau Indonesia adalah Atlantis. Lalu isu bahwa Indonesia "negeri 1000 piramida" pun mencuat. Beberapa gunung atau bukit kerucut mulai dicurigai sebagai piramida yang jauh lebih tua dari Mesir, beberapa bukit itu disurvei, digali, dibongkar.

Terjadilah perdebatan di antara kalangan ilmuwan Indonesia juga di antara masyarakat yang pro dan kontra atas tesis ini. Sukuh, Cetho, Panataran, Gunung Padang, Gunung Lalakon, Gunung Sadahurip tiba-tiba naik ke permukaan, padahal sebelumnya, sebelum lima tahun lalu tak ada yang meributkannya, tenggelam di bawah permukaan.

Belakangan saya juga mengamati, muncul isu bahwa sejarah Indonesia yang kita kenal selama ini, yang pernah kita pelajari di sekolah dasar-menengah, yang diajarkan kepada para mahasiswa sejarah, dan yang telah menghasilkan para sejarawan besar Indonesia seperti Nugroho Notosusanto, Sartono Kartodirdjo, juga para ahli arkeologi besar Indonesia seperti R Soekmono, RP Soejono adalah sejarah dan arkeologi yang palsu, sejarah dan arkeologi buatan Belanda, penjajah. Semua sejarah dan arkeologi yang beredar itu adalah sejarah yang bohong besar yang ditujukan agar Indonesia tak punya jati diri.

Isu ini mengatakan sejarah yang kita kenal sekarang ini adalah hasil perbuatan konspirasi Belanda atau negara-negara Barat lainnya untuk mengecilkan Indonesia. Maka isu ini mau tak mau menyulut 'peperangan' antara para sejarawan dan arkeolog dengan para penganut teori konspirasi...

Para penganut teori bahwa sejarah Indonesia itu palsu atau bohong besar menggunakan tesis dari penulis Swedia Juri Lina, yang pada tahun 2004 menulis buku kontroversial "Architects of Deception- the Concealed History of Freemasonry". Dalam bukunya ini, Juri Lina berpendapat bahwa ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah suatu negeri :
1. Kaburkan sejarahnya
2. Hancurkan bukti-bukti sejarahnya agar tak bisa dibuktikan kebenarannya
3. Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya, katakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitif.

Menurut kalangan penganut teori konspirasi, bahwa sejarah Indonesia itu adalah buatan Belanda, buatan Freemasonry, buatan Knights of Templar, buatan Illuminati - kalangan ini juga diilhami oleh novel kontroversial yang mengaduk-mengaduk fakta dan fiksi Dan Brown, "the Davinci Code" atau "the Lost Symbol" yang menggambarkan bahwa banyaknya konspirasi itu bekerja, untuk meredam tesis Juri Lina tersebut.

Bahwa leluhur Indonesia itu berkebudayaan sangat tinggi, bahkan Indonesia itu pusat kebudayaan dunia, adalah usaha-usaha untuk meredam tesis tersebut

Riuh sekali dalam beberapa tahun belakangan ini atas semua isu tersebut, menyambar perdebatan atau lebih tepatnya "peperangan" di antara para ilmuwan, kelompok-kelompok masyarakat yang pro dan kontra.

Di mana kita sebenarnya berdiri? Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Mungkin tidak mudah untuk menjawabnya. Kita lihat saja. Saya punya pendapat, Anda pun punya pendapat. Milikilah analisis dan argumen yang kuat, jangan sekadar ikut arus.

Bangsa Besar Yang Dikerdilkan

Lihatlah betapa kecilnya Nusantara Indonesia dalam peta dunia, padahal dalam logika sehat kita, tidak akan mungkin Negara dengan 17.000 pulau, digambarkan dengan sangat kecil.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, di mana hanya sekitar 7.000 pulau yang berpenghuni. Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan Papua merupakan pulau utama di Indonesia. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang merupakan tujuan wisata lokal maupun internasional. Ibukota negara Indonesia adalah Jakarta, yang terletak di Pulau Jawa.

Dilihat dari segi geografis, kepulauan Indonesia terletak antara 5° 54′ 08″ bujur utara hingga 11° 08′ 20″ bujur selatan dan 95°00’38“ sampai 141°01’12“ bujur timur. Beberapa pulau terletak di garis ekuator. Karena itu, siang dan malam memiliki waktu yang hampir sama, yaitu 12 jam. Atas dasar letak geografis yang luas, wilayah Indonesia dibagi menjadi 3 zona waktu yaitu WIB (Waktu Indonesia Barat), WITA (Waktu Indonesia Tengah) dan WIT (Waktu Indonesia Timur). Dari satu pulau ke pulau lainnya dapat terjadi perbedaan waktu hingga 8 jam.

Selain pulau-pulau yang indah, iklim tropis yang dimiliki Indonesia juga menjadikan Indonesia menjadi tujuan wisata yang utama. Waktu terbaik untuk berwisata ke Indonesia adalah saat musim panas yang berlangsung mulai bulan April hingga Oktober. Bulan Maret dan November merupakan pergantian musim. Pada pergantian musim, cuaca di Indonesia dapat menjadi tidak menentu. Hujan, panas matahari dan angin lebat dapat datang bersamaan dalam satu hari. Sementara itu, musim hujan biasanya berlangsung mulai bulan Desember hingga Maret.

“Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna “beraneka ragam tetapi satu” merupakan logo nasional Repulik Indonesia. Logo ini menggambarkan masyarakat Indonesia yang majemuk namun tetap satu, juga menjadi pegangan hidup masyarakat Indonesia. Hingga tahun 2016, warga negara Indonesia diperkirakan mencapai 250 juta jiwa. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia setelah Cina, India dan Amerika (Sumber: Statista.de, 2016). Masyarakat Indonesia terdiri dari sekitar 300 suku, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Cina, Dayak dan Papua. Setiap suku memiliki dialek tersendiri. Secara keseluruhan terdapat lebih dari 360 dialek yang memperkaya budaya Indonesia. Namun demikian “Bahasa Indonesia” adalah bahasa nasional yang juga merupakan pemersatu bangsa Indonesia. Bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional juga merupakan bahasa yang sering digunakan di Indonesia. Bahasa Inggris masuk dalam kurikulum sekolah dasar di Indonesia dan merupakan bahasa bisnis. Selain itu, Indonesia juga memiliki kemajemukan dalam kehidupan beragama. Sebagian besar penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Kurang dari 10 % masyarakat Indonesia terbagi dalam beberapa kelompok agama seperti Katolik Roma, Kristen, Hindu dan Budha. Sebagian kecil masyarakat Indonesia juga masih memeluk agama Lokal Leluhur, seperti : Kejawen, Tolotang, Sunda Wiwitan, Buhun, Parmalim, Kaharingan yang tersebar seantero Indonesia.

Saudaraku Se-Bangsa & Se-Tanah Air, ingatlah banyak Sekali jargon asing yang mengatakan bahwa kita Negara Miskin tapi lihatlah: 
- Berapa banyak kendaraan yang wara wiri melintas setiap harinya ???
- Berapa banyak produksi kendaraan baru setiap tahunnya ???
- Berapa banyak perpindahan sementara warga setiap mudik dalam setiap tahunnya ???
- Berapa banyak warga Indonesia yang pergi haji setiap tahunnya ???
- Berapa banyak warga indonesia yang plesir keluar negeri setiap tahunnya ???
- Berapa banyak kekayaan negara ini dikeruk setiap detiknya ???
- Berapa banyak dana yang digelontorkan pemerintah, untuk mensubsidi semua hal yang diinginkan rakyatnya ???

Berapa Banyak...Berapa Banyak...Berapa Banyak ???

Silahkan, Bayangkan lalu Analisa !!!
#hentikanmengkerdilkanbangsasendiri
#indonesiatidakmiskintapidimiskinkan
#indonesiabangsakayatapiterusdimangsaasing

Salam Nusantara

BOROBUDUR : Candi Budha Terbesar Di Dunia

Diseluruh dunia tersebar banyak candi, yang menyimpan berjuta-juta cerita sejarah. Namun dari sekian candi itu, ada yang tersohor lantaran, bentuknya yang digadang-gadang memiliki ukuran paling besar, termasuk diantaranya candi di Indonesia.

1. Candi Baalbek
Baalbek sering disebut juga Heliopolis, yaitu sebuah situs arkeologi yang spektakuler, ymdan berlokasi di timur Lebanon. Dari abad 1 SM, orang Romawi membangun 3 candi, seperti Jupiter, Bacchus dan Venus.
Candi diciptakan untuk menjadi yang terbesar dikekaisaran Romawi.
Candi Bacchus yang terbesar dibangun pada 150 Masehi. Candi ini mempunyai panjang 69 meter, dan lebar 36 meter.
Didindingnya terdapat 42 pilar, dan tingginya mencapai 62 kaki.

2. Candi Kristus Sang Juru Selamat
Salah satu bangunan paling mengesankan dan kontroversial, di Moscow ini, menyimpan sejarah singkat singkat tapi bergejolak. Pada awalnya setelah kekalahan Napoleon, candi ini direncanakan berdiri. Namun pembangunan tidak juga dimulai sampai 1839. Pada 1931, rancang bangunnya hancur berkeping-keping, kala masa pemerintahan Stalin. Pada 1990, Gereja Ortodoks Rusia meminta ijin untuk membangun kembali candi, yang disebut katedral ini. Pada 2000 bangunan kembali berdiri dengan tinggi 105 meter (344 kaki). Digadang-gadang menjadi gereja Ortodoks tertinggi didunia.

3. Candi Saint Sava
Candi Saint Sava terletak di Belgrade, juga merupakan salah satu gereja Ortodoks terbesar didunia. Gereja dibangun didedikasikan untuk pendiri gereja Ortodoks Serbia. Pembangunan gereja dimulai pada 1985 dan selesai 2004. Namun dekorasi internal belum rampung. Dalam bahasa inggris biasa disebut Katedral karena ukurannya. Di Serbia bangunan disebut Harm (kuil). Tinggi 91 meter (299 kaki), dengan lebar 81 meter (266 kaki). Salibnya berlapis emas, tingginya 12 meter (39 kaki), luas permukaannya 3500 meter persegi. 

4. Tikal (Candi IV)
Tikal berisi 6 piramida besar, yang terbesar adalah Candi ke-IV, dengan tinggi 72 meter (250 meter). Candi IV adalah candi terbesar, yang dibangun diwilayah Maya, melampaui Piramida Matahari di Teotihuacan. 

5. Jetavanaramaya
Candi ini terletak di kota Arunadhapura, Srilangka. Jetavanaramaya adalah stupa terbesar, jika diukur berdasarkan volumenya. Candi ini dibangun oleh Raja Mahasena di abad ke-3, yang pembangunanya memakan waktu selama selama 15 tahun. Butuh 93.300.000 batu bata panggang yang digunakan. Tingginya 120 meter (400 kaki). Jetavanaramaya adalah candi tertinggi ke tiga didunia setelah Piramida Giza. Diameter kubah itu sendiri sekitar 92 meter (312 kaki).

6. Sri Ranganthaswamy
Ranganthaswamy yang berlokasi di di Srirangam, adalah kuil yang disambangi oleh jutaan pengunjung dan peziarah setiap tahun. Luasnya 105 acre, tingginya 74 meter (240 kaki). Candi ini pembangunannya didedikasikan untuk Tuhan Ranganatha (Dewa Wisnu). Kuil Sri Ranganthaswamy adalah salah satu kuil terbesar didunia.

7. Candi Akhsardham
Candi di India ini mempunya tingi 43 meter (141 kaki), dan lebar 96 meter (316 kaki) dan 110 meter (370 kaki). Dihiasi dengan ukiran flora fauna, penari, musisi dan dewa. Candi ini dibangun menggunakan pasir merah muda dan marmer dari Carrara, Itali. Sama sekali tidak memakai baja dan beton.

8. Borobudur
Candi ini pernah masuk 7 keajaiban dunia. Borobudur adalah candi Budha terbesar di dunia. Candi ini dibangun pada abad ke- 8 dan ke-9, oleh Wangsa Syailendra. Ada sekitar 2 juta blok batu yang dikumpulkan untuk membangunnya. Borobudur dibagi menjadi 3 bagian, yaitu dasar, tubuh dan atas. Bagian dasar memiliki ukuran 123x123 meter (403,5x403,5 kaki), dengan tinggi dinding 4 meter (15 kaki). Total luas permukaan sekitar 2500 meter persegi. Bagian tubuh terdiri atas 5 platform persegi, masing-masing punya tingkat berbeda. Bagian atas adalah Stupa monumental, dengan kubah utama terletak dipusat. Kubah ini memiliki tinggi 35 meter (115 kaki) dari permukaan tanah.

9. Karnak (Great hypostyle Hall)
Karnak adalah komplek candi kuno terbesar didunia, dan merupakan gabungan dari banyak generasi pembangun di Mesir. Area aulanya mencapai 5000 meter persegi (50.000 kaki). Ada 134 kolam besar, disusun dalam 16 baris, dengan atap yang sekarang sudah hancur. Dan tingginya 24 meter (80 kaki). 

10. Candi Angkor Wat
Angkor Wat adalah komplek candi yang luas, yang berlokasi di Kamboja. Kawasannya menampilakan sisa-sisa beberapa ibukota kekaisaran Khmer, dari abad ke-9 sampai ke-15. Kuil Angkot Wat bisa disaksikan dari seluruh kota. Bagian luar Angkot Wat memiliki ukuran 187 x 215 meter (614 x 705 kaki). Pada tingkat kedua kawasan iti memiliki ukuran 400 x 115 meter (328 x 377 kaki). Menara diatas memiliki tinggi 65 meter (215 kaki) diatas tanah.

Itulah 10 Candi terbesar di dunia. Jangan kita pernah lupa, bahwa Bangsa tercinta, begitu banyak kekayaan yang telah diwariskan para Leluhur Bangsa, yang sudah seyogyanya, kita sebagai generasi penerus, bisa turut serta untuk selalu melestarikannya.

Kretek Warisan Nusantara

Saya juga penikmat rokok sejak dahulu, dan sepertinya banyak hal yang selalu kambing hitamnya adalah Rokok. Yang saya mau bilang adalah dulu Leluhur kita tidak pernah menderita Kanker Laring (red.kanker tenggorokan).
Karena kenapa ??? Leluhur kita menikmati Rokok Kretek Asli Nusantara, sehingga mereka bisa menikmati masa hidup lebih lama.

Kalau anda penikmat rokok putih dari bangsa asing, sudah jelas tidak menyehatkan sama sekali, mungkin maaf Mendiang adalah penikmat rokok sejenis itu, karena saya membaca berita dibeberapa media, tidak ada keterangan jelas rokok jenis apa yang dikonsumsi mendiang.

Terus terang saya adalah penikmat Rokok Asli Nusantara yaitu Rokok Kretek karena berasal dari Tembakau Asli, bukan akal-akalan kertas diberi aroma tembakau lalu dibuat seakan-akan tembakau asli.
Dan sampai sekarang saya belum pernah membaca, ada berita dunia, yang menyebutkan seseorang meninggal akibat menikmati Rokok Kretek.

Ini Kutipan dari salah satu artikel yang saya kumpulkan :

Koordinator Masyarakat Bangga Produk Indonesia (MBPI) Fahmi Idris mengatakan, Jatim adalah penghasil dan penyumbang pendapatan terbesar di sektor cukai. Dia mencontohkan, PT Freeport di Papua hanya menyumbang Rp 20 triliun dari royalti penambangan minyak, sedangkan rokok atau cukai di Jatim menyumbang lebih dari Rp 60 triliun. Namun dampak yang ditinggalkan dari PT Freepot terhadap pembuangan limbah harus dibayar mahal oleh negara dan buruk bagi lingkungan sekitar.

“Kretek layak jadi warisan budaya dunia seperti keris atau batik. Dunia telah mengenal minuman Sake dari Jepang dan cerutu dari Kuba. Dulu saya ketika jadi menteri sempat mengusulkan Kretek menjadi national heritage,” tegasnya.

Budayawan Mohammad Sobary yang menulis pengantar dalam buku Kretek itu menambahkan, isi buku itu menekankan jangan lupa di dalam rokok mengandung 3 sudut, yakni ekonomi, politik dan budaya. Rokok adalah produk kebudayaan dan kebanggaan bangsa Indonesia yang tidak bisa dibuat bangsa lain.

“Rokok juga menyerap tenaga kerja dari hulu hingga hilir jika dilihat dari sudut ekonomi. Rokok dilihat dari politik juga menjadi titik tolak bangkitnya bangsa kita yang tidak bisa dijual ke bangsa lain,” imbuhnya.
#RokokKretekNusantara
#KretekItuMenyehatkan
#HisapTembakauBukanKertas
#AyoMerokokKretekNusantara

Pranata Luar:
www.Perpustakaan.TanahImpian.pedia.id

Salam Kretek Nusantara

Jumat, 29 Juni 2018

NASDEM : Politik Tanpa Mahar

Partai NasDem membulatkan tekad politik tanpa mahar. Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengungkap, NasDem sejatinya bisa meraup pemasukan besar sejak mengikuti pilkada beberapa waktu terakhir jika menerapkan mahar politik. 

"Tiga kali pilkada (yang diikuti) potensi pemasukan keuanganya itu perlu saudara-saudara ketahui, tidak kurang dari Rp1 triliun," kata Surya Paloh dalam konsolidasi kader NasDem se-Jawa Barat di Bandung, Jabar, Minggu 4 Maret 2018.

Kalau mau, kata Surya, NasDem bisa saja tak menolak duit itu. Apalagi, ongkos sebagai partai politik, tidak sedikit.

"Rp1 triliun ditolak oleh partai ini? Partai baru ini? Mungkin kalau kita sumbangkan untuk paslon Jabar ini, pasti menang ini," ujarnya.

Surya Paloh juga mengungkapkan, ketika Pemilu 2014, NasDem menolak uang Rp57 miliar uang kebutuhan saksi yang disiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dana yang disiapkan KPU dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu sejatinya untuk membiayai keperluan saksi parpol di 575 ribu tempat pemungutan suara (TPS).

"Uang (saksi) itu tidak kurang dari Rp57 miliar. NasDem tidak mau terima," ujarnya. 

Surya mengatakan, kala itu NasDem juga mengajak partai lainnya untuk turut menolak uang saksi yang disiapkan KPU. Sampai akhirnya, seluruh partai tak mau menerima dana saksi itu.

"Sama-sama kita tidak terima uang saksi, banyak yang komentar, ini sombong ini partai baru ini, mentang-mentang bosnya orang kaya, dia tidak terima uang. Salah lagi kita mau menerapkan moral, kita dibilang sombong," selorohnya.

Pada akhirnya, kata Surya, dana saksi disiapkan oleh Ketua Umum DPP. Uang itu lalu disebarkan kepada seluruh pimpinan-pimpinan wilayah dan dibagikan kepada para saksi. 

Kamis, 21 Juni 2018

Hasil Rapat Dengan KPU Soal Tahapan

Secara garis besar jadwal Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 sebagaimana terlampir dalam PKPU itu adalah:

1.Pendaftaran Calon Anggota DPD RI: 2 Juli 2018 – 8 Juli 2018;

2.Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD RI: 21 September 2018 – 23 September 2018;

3.Pengajuan Daftar Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 4 Juli 2018 – 17 Juli 2018:

4.Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 21 September 2018 – 23 September 2018;

*5.Pendaftaran Pasangan Calon Presiden – Calon Wakil Presiden: 4 Agustus 2018 – 10 Agustus 2018;*

*6.Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden: 20 September 2018;*

*7.Penetapan nomor urut pasangan calon: 21 September 2018;*

*8.Kampanye Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden: 23 September 2018 – 13 April 2019;*

*9.Masa Tenang: 14 April 2019 – 16 April 2019;*

*10.Pemungutan dan Penghitungan Suara: 17 April 2019;*

*11.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 25 April – 22 Mei 2019;*

12.Peresmian Keanggotaan: a. DPRD Kabupaten/Kota: Juli-Agustus 2019; b. DPRD Provinsi: Juli-Agustus 2019; dan c. DPR dan DPD: Agustus-September 2019;

Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Putaran Kedua:

1.Sosialisasi: 18 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

2.Kampanye Putaran II: 22 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

3.Masa Tentang: 4 Agustus 2019 – 6 Agustus 2019;

*4.Pemungutan Suara: 7 Agustus 2019;*

*5.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 15 Agustus – 1 September 2019;*

*6.Penetapan hasil Pemilu: 2 September 2019 – 4 Septembe 2019;*
7.Penetapan hasil Pemilu pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (jika ada sengket): 17 September 2019 – 23 September 2019; dan

8.Sumpah Janji Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden: 20 Oktober 2010

PKPU No. 7/2017: Capres/Cawapres 2019 Didaftarkan 4-10 Agustus 2018, Pemilu Serentak 7 April 2019 

Sumber : http://setkab.go.id/pkpu-no-72017-caprescawapres-2019-didaftarkan-4-10-agustus-2018-pemilu-serentak-7-april-2019/ : 

Hasil Rapat Dengan KPU Soal Tahapan

Secara garis besar jadwal Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 sebagaimana terlampir dalam PKPU itu adalah:

1.Pendaftaran Calon Anggota DPD RI: 2 Juli 2018 – 8 Juli 2018;

2.Pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPD RI: 21 September 2018 – 23 September 2018;

3.Pengajuan Daftar Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 4 Juli 2018 – 17 Juli 2018:

4.Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota: 21 September 2018 – 23 September 2018;

*5.Pendaftaran Pasangan Calon Presiden – Calon Wakil Presiden: 4 Agustus 2018 – 10 Agustus 2018;*

*6.Penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden: 20 September 2018;*

*7.Penetapan nomor urut pasangan calon: 21 September 2018;*

*8.Kampanye Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden: 23 September 2018 – 13 April 2019;*

*9.Masa Tenang: 14 April 2019 – 16 April 2019;*

*10.Pemungutan dan Penghitungan Suara: 17 April 2019;*

*11.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 25 April – 22 Mei 2019;*

12.Peresmian Keanggotaan: a. DPRD Kabupaten/Kota: Juli-Agustus 2019; b. DPRD Provinsi: Juli-Agustus 2019; dan c. DPR dan DPD: Agustus-September 2019;

Tahapan Penyelenggaraan Pemilu Putaran Kedua:

1.Sosialisasi: 18 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

2.Kampanye Putaran II: 22 Juni 2019 – 3 Agustus 2019;

3.Masa Tentang: 4 Agustus 2019 – 6 Agustus 2019;

*4.Pemungutan Suara: 7 Agustus 2019;*

*5.Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu tingkat nasional: 15 Agustus – 1 September 2019;*

*6.Penetapan hasil Pemilu: 2 September 2019 – 4 Septembe 2019;*
7.Penetapan hasil Pemilu pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (jika ada sengket): 17 September 2019 – 23 September 2019; dan

8.Sumpah Janji Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden: 20 Oktober 2010

PKPU No. 7/2017: Capres/Cawapres 2019 Didaftarkan 4-10 Agustus 2018, Pemilu Serentak 7 April 2019

Sumber : http://setkab.go.id/pkpu-no-72017-caprescawapres-2019-didaftarkan-4-10-agustus-2018-pemilu-serentak-7-april-2019/ :

Sabtu, 02 Juni 2018

Karang Bongkok Nan Misterius

Menjelajahi tempat-tempat baru yang masih asing menjadi tantangan tersendiri bagi pencinta uji adrenalin. Tidak harus melakukan aktifitas ekstrim, kadang di Pulau yang cantik pun kita akan mendapat pengalaman yang berbeda daripada hanya berdiam diri di rumah. Anda pernah berkunjung ke Pulau Karang Bongkok?

Untuk sampai ke Pulau Karang Bongkok, kita dapat menempuh perjalanan menggunakan kapal dari Pulau Pramuka sekitar 90 menit. Pulau yang termasuk ke wilayah konservasi ini masih cenderung sepi. Kita bisa menjelajah sudut-sudut pulau dan menyusuri keindahannya. Kita juga dapat membuktikan kenapa hasil jelajah di internet banyak yang menyebutkan bahwa Pulau Karang Bongkok terkenal sebagai Pulau yang misterius.

Untuk sampai ke Pulau Karang Bongkok, kita dapat menempuh perjalanan menggunakan kapal dari Pulau Pramuka sekitar 90 menit. Pulau yang termasuk ke wilayah konservasi ini masih cenderung sepi. Kita bisa menjelajah sudut-sudut pulau dan menyusuri keindahannya. Kita juga dapat membuktikan kenapa hasil jelajah di internet banyak yang menyebutkan bahwa Pulau Karang Bongkok terkenal sebagai Pulau yang misterius.

Penulis
Firmansyah Mawero

Rabu, 30 Mei 2018

Generasi Milenial

Penggunaan media sosial yang terus meningkat memantik perdebatan sengit di antara para psikolog: apakah 'kids zaman now' lebih narsis daripada generasi sebelumnya?

Di beberapa lokasi di Mustika Jaya, saya sering memperhatikan, banyak anak muda, baik lali-laki maupun perempuan muda, sering menghabiskan waktu berjam-jam, hanya untuk bersenda gurau atau sekedar menghabiskan isi memori handphone mereka, yang tentunya hasilnya tidak akan pernah dicetak sampai kapanpun.

Asumsi saya justru, generasi milenial yang sedang booming ini, seperti tidak ada kegiatan lain, selain kongkow, bermotor ria, sampai menghabiskan malam bersama dengan teman sejawatnya.

Betapa maraknya fenomena ini, sehingga, kadang memicu streotip negatif tentang perilaku mereka yang kebanyakan, menimbulkan pandangan negatif dari masyarakat sekitar.

Sulit menepis kesan bahwa para generasi milenial, justru melihat dirinya sebagai pusat alam semesta, bahwa mimpi-mimpinya sungguh menarik dan penting.

Seperti inikah anak muda zaman sekarang atau "milenial" (orang yang lahir setelah tahun 1980)? Didorong kesempatan tak terbatas untuk promosi diri dan refleksi diri di media sosial, ditambah budaya yang bisa dibilang lebih menekankan pentingnya penghargaan diri daripada pembelajaran, apakah kepribadian anak muda berubah dari generasi sebelumnya, menjadi lebih narsis dan egois ??

Kalau dicermati diluar sana, justru banyak generasi milenial, yang sedang bersaing ketat, untuk menempati posisi startegis dalam bidang apapun di negeri tercinta ini.

Dari bidang fisika sampai cabang olahraga meraka buktikan dengan kerja keras, dan tentunya bersungguh-sungguh untuk mencapai target yang mereka inginkan.

Saya sebagai penulis, hanya berharap, para generasi milenial di Mustika Jaya, dapat melakukan hal yang sama, dengan didukung oleh para orang tua mereka, untuk bisa mendorong mereka ke arah yang baik, agar generasi muda ini, bisa ikut andil dalam memajukan Bangsa kita yang tercinta ini.

Karena tanpa campur tangan dari semua pihak yang terkait, para generasi yang sedang hilang arah ini, malah justru makin jauh dari harapan mereka sendiri, yaitu membanggakan Bangsa, keluarga dan dirinya sendiri.

Jangan sampai mereka hanya menjadi, penghancur di generasi yang justru, sangat diharapkan menjadi generasi penerus Bangsa yang bermartabat ini.

Penulis
Firmansyah Mawero

Selasa, 29 Mei 2018

Konspirasi Sejarah Bangsa

Isu kejatidirian bangsa Indonesia, bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia, semacam Atlantis, dalam pengamatan saya mengemuka dalam tiga tahun terakhir ini. Ini seiring dengan terbitnya terjemahan dua buku kontroversial, "Atlantis itu Indonesia" (Arysio Santos, 2009) dan "Eden in the East" (Stephen Oppenheimer, 2010).

Saya berandai-berandai, bila kedua buku itu tidak diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia, mungkin isu kejatidirian bangsa tak mengemuka serius sekarang, meskipun Soekarno sudah meneriakkan soal jati diri bangsa lebih dari 50 tahun yang lalu.

Buku Atlantis itu kemudian melahirkan banyak buku lain tulisan orang-orang Indonesia yang umumnya mendukung bahwa Atlantis itu Indonesia. Beberapa kalangan pejabat atau tokoh masyarakat pun ramai-ramai mendukung tesis yang digulirkan Santos ini entah apa tujuannya, mungkin berusaha mengangkat jatidiri bangsa yang mungkin dalam pandangan mereka tengah merosot. Saya dengar sendiri itu diucapkan dari seorang tokoh politik terkenal ketika saya diundang membedah buku Atlantis oleh penerbitnya. Sayangnya, hampir tak ada buku-buku ikutan itu ditulis dengan riset mendalam, hanyalah memanfaatkan isu.

Lalu tesis bahwa Indonesia pusat peradaban dunia ini kemudian bergulir terus dan menjadi seperti bola salju, semakin bergulir menjadi besar. Dibentuklah lembaga-lembaga masyarakat atau komunitas-komunitas penghayat bahwa Indonesia adalah pusat peradaban dunia atau Indonesia adalah Atlantis. Lalu isu bahwa Indonesia "negeri 1000 piramida" pun mencuat. Beberapa gunung atau bukit kerucut mulai dicurigai sebagai piramida yang jauh lebih tua dari Mesir, beberapa bukit itu disurvei, digali, dibongkar.

Terjadilah perdebatan di antara kalangan ilmuwan Indonesia juga di antara masyarakat yang pro dan kontra atas tesis ini. Sukuh, Cetho, Panataran, Gunung Padang, Gunung Lalakon, Gunung Sadahurip tiba-tiba naik ke permukaan, padahal sebelumnya, sebelum lima tahun lalu tak ada yang meributkannya, tenggelam di bawah permukaan.

Belakangan saya juga mengamati, muncul isu bahwa sejarah Indonesia yang kita kenal selama ini, yang pernah kita pelajari di sekolah dasar-menengah, yang diajarkan kepada para mahasiswa sejarah, dan yang telah menghasilkan para sejarawan besar Indonesia seperti Nugroho Notosusanto, Sartono Kartodirdjo, juga para ahli arkeologi besar Indonesia seperti R Soekmono, RP Soejono adalah sejarah dan arkeologi yang palsu, sejarah dan arkeologi buatan Belanda, penjajah. Semua sejarah dan arkeologi yang beredar itu adalah sejarah yang bohong besar yang ditujukan agar Indonesia tak punya jati diri.

Isu ini mengatakan sejarah yang kita kenal sekarang ini adalah hasil perbuatan konspirasi Belanda atau negara-negara Barat lainnya untuk mengecilkan Indonesia. Maka isu ini mau tak mau menyulut 'peperangan' antara para sejarawan dan arkeolog dengan para penganut teori konspirasi...

Para penganut teori bahwa sejarah Indonesia itu palsu atau bohong besar menggunakan tesis dari penulis Swedia Juri Lina, yang pada tahun 2004 menulis buku kontroversial "Architects of Deception- the Concealed History of Freemasonry". Dalam bukunya ini, Juri Lina berpendapat bahwa ada tiga cara untuk melemahkan dan menjajah suatu negeri :
1. Kaburkan sejarahnya
2. Hancurkan bukti-bukti sejarahnya agar tak bisa dibuktikan kebenarannya
3. Putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya, katakan bahwa leluhurnya itu bodoh dan primitif.

Menurut kalangan penganut teori konspirasi, bahwa sejarah Indonesia itu adalah buatan Belanda, buatan Freemasonry, buatan Knights of Templar, buatan Illuminati - kalangan ini juga diilhami oleh novel kontroversial yang mengaduk-mengaduk fakta dan fiksi Dan Brown, "the Davinci Code" atau "the Lost Symbol" yang menggambarkan bahwa banyak konspirasi2 itu bekerja. Bahwa leluhur Indonesia itu berkebudayaan sangat tinggi, bahkan Indonesia itu pusat kebudayaan dunia, adalah usaha-usaha untuk meredam tesis no 3 dari Juri Lina.

Riuh sekali dalam beberapa tahun belakangan ini atas semua isu tersebut, menyambar perdebatan atau lebih tepatnya "peperangan" di antara para ilmuwan, kelompok-kelompok masyarakat yang pro dan kontra.

Di mana kita sebenarnya berdiri? Apa yang sebenarnya tengah terjadi? Mungkin tidak mudah untuk menjawabnya. Kita lihat saja. Saya punya pendapat, Anda pun punya pendapat. Milikilah analisis dan argumen yang kuat, jangan sekadar ikut arus.

Sejarah Mustika Jaya

Kecamatan yang berada di bagian barat tambun utara dan di huni oleh sekitar 228.608 (data 2016) jiwa ini, mempunyai sejarah terpendam juga terlupakan.

Terbentuknya sebuah desa yang kini menjadi sebuah kecamatan. Ketika perantau memasuki desa pada tahun 1958 desa ini belum di namakan desa mustika jaya, yakni desa Babakan Sumur Keramat. Babakan sendiri mempunyai arti peristirahatan, yang terdapat di jalan Linun.

Babakan sumur keramat ini mengalami pemekaran, bagian barat bernama Mustika Sari, bagian timur bernama Mustika Jaya. Berbeda dengan sekarang, wilayah administrasinya terbagi menjadi kelurahan Padurenan, kelurahan Mustika Jaya, Kelurahan Mustika Sari, dan Kelurahan Cimuning.

Dimulai pada zaman peperangan Belanda melawan Batavia, di saat peperangan usai, pasukan Kesultanan Mataram tidak bisa kembali ke Kesultanan Mataram dan tidak lagi memiliki pertahanan  dikarenakan lumbung padi milik pasukan Kesultanan Mataram di bakar, amunisi nya kurang, serta meriamnya di isi kan oleh kotoran, dan mengapa Jakarta di sebut juga betawi karena seluk beluk dari bahasa jawanya, betawi, yaitu “mambet tai”, yang bermaksud meriamnya bau tai.

Pasukan pun memilih untuk berpencar ke daerah lain guna menghindari serangan Belanda. Salah satu pasukan Kesultanan Mataram di Batavia bernama Eyang Kusuma Jaya (Kusomo Jaya) yang kini di sebut oleh kebanyakan masyarakat adalah Bapak Jawa karena berasal dari Jawa Tengah, beliau melarikan diri ke desa Babakan. ketika tiba di desa Babakan, beliau beristirahat. Di desa Babakan sendiri, adanya tanda keberadaan beliau di desa itu ialah beliau menyangkutkan tongkat di pohon beringin, yang sekarang berada di kelurahan Mustika Sari. Lalu untuk keperluan mandi dan wudhu, beliau pergi ke sumur keramat yang ada di desa Mustika Jaya, yang sekarang di sebut Jl. Keramat lebak, Di namakan lebak, karena tempatnya berada di bawah.

Saat itu desa Babakan Sumur Keramat, di ketuai oleh seorang lurah yang bernama Engkong Dugel, di lanjut oleh putra nya yang bernama Hj. Tawi sejak 1958.

Waktu terus berlalu, jabatan diturunkan kepada putranya yang bernama Natrom Nur Samsu setelah itu di gantikan kembali oleh putra nya bernama Dedi Erpan. Pada tahun 1965 Desa  Mustika Jaya mengadakan suatu lomba desa untuk seluruh Jawa Barat, sekaligus mencetak juara pertama.

Eyang kusuma jaya wafat karena di tembak oleh tentara belanda dari kejauhan, karena beliau orang sakti, maka mustaka (kepala), dan tubuhnya terlempar jauh dari tempat dimana beliau di tembak. Tubuhnya jatuh di tembak lalu di makamkan di kampung keramat.

Sedangkan mustaka (kepala) nya di makamkan di tempat dimana mustaka (kepala) terlempar dari tempat dimana beliau tertembak, yakni di jl. Keramat lebak.